Connect with us

Keamanan

Startup adds beds and Wi-Fi to buses to turn them into ‘moving hotels’

Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Published

on

Photo: Shutterstock

Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus.

Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur.

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga.

“Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat”

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur.

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

Keamanan

Keamanan Endpoint – Tentang Cara Menjaga Perangkat Kamu dari Serangan yang Tak Terlihat

Published

on

By

Kita hidup di dunia yang semakin terhubung, di mana setiap orang punya perangkat canggih yang tak pernah lepas dari tangan. Entah itu smartphone, laptop, atau tablet, perangkat ini jadi saksi bisu segala aktivitas kita: dari kerjaan kantor, chatting sama teman, sampai scrolling media sosial yang tak ada habisnya. Nah, di balik semua kenyamanan itu, ada satu hal yang sering terlupakan—keamanan endpoint. Kalau kamu nggak tahu apa itu, tenang! Kali ini, kita akan bahas dengan gaya santai dan seru supaya kamu paham kenapa keamanan endpoint itu penting banget.

Apa Itu Keamanan Endpoint?

Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih dalam, mari kita bahas dulu apa itu “keamanan endpoint”. Endpoint adalah perangkat yang terhubung ke jaringan, bisa jadi smartphone, laptop, desktop, atau bahkan perangkat IoT (Internet of Things) yang sering kita gunakan. Jadi, singkatnya, “keamanan endpoint” adalah langkah-langkah yang diambil untuk melindungi perangkat-perangkat ini dari ancaman siber yang bisa merusak, mencuri data, atau bahkan mengambil alih kontrol perangkat tersebut. Bayangkan, perangkat kamu jadi “pintu belakang” yang bisa dimasuki oleh hacker tanpa kamu tahu. Nah, tugas keamanan endpoint adalah memastikan pintu itu tetap terkunci rapat-rapat.

Ancaman yang Mengintai Endpoint Kita

Tahu nggak sih, ada banyak banget ancaman yang bisa mengincar perangkat kita? Mulai dari malware yang bisa merusak data, sampai ransomware yang bisa mengunci seluruh file kamu dan meminta tebusan. Jangan lupa juga virus, trojan, dan spyware yang bisa mengintip aktivitas kamu. Wah, ngeri banget kan?

Misalnya, kamu buka email yang kelihatannya biasa saja, tapi ternyata ada lampiran berisi virus yang bisa langsung menginfeksi perangkatmu. Nah, di sinilah peran keamanan endpoint berperan penting. Dengan adanya proteksi yang tepat, perangkat kamu bisa terlindungi dari ancaman-ancaman tersebut.

Kenapa Keamanan Endpoint Itu Penting?

Sekarang, mari kita pikirkan bersama-sama. Kalau kamu bekerja di kantor, atau bahkan di rumah dengan perangkat pribadi, pastinya kamu menyimpan banyak data penting di sana, kan? Mulai dari dokumen pekerjaan, email penting, hingga foto-foto yang mungkin nggak ingin diketahui oleh orang lain. Nah, kalau perangkat kamu tidak dilindungi dengan baik, data-data penting ini bisa jatuh ke tangan yang salah. Nggak mau kan kalau tiba-tiba ada hacker yang ngintip dokumen kamu atau lebih parahnya, mengambil alih perangkat dan mengakses semua akun penting kamu?

Jangan hanya mikir “ah, itu cuma perangkat pribadi”, karena kenyataannya, ancaman bisa datang dari mana saja. Coba bayangkan kalau kamu sedang berada di kafe, menggunakan Wi-Fi publik tanpa proteksi. Si hacker bisa saja mengintip jaringan dan mencuri informasi kamu. Pokoknya, jangan anggap enteng soal ini!

Cara Kerja Keamanan Endpoint

Keamanan endpoint berfungsi untuk melindungi perangkat kamu dari ancaman dengan cara yang cukup canggih. Pertama-tama, sistem ini memantau aktivitas yang mencurigakan di perangkat kamu. Misalnya, kalau ada program asing yang mencoba berjalan atau file yang tiba-tiba berubah, sistem ini bisa langsung mendeteksinya dan memberi peringatan. Ada juga program antivirus yang bekerja di belakang layar, memindai setiap file yang masuk untuk memastikan semuanya aman.

Keamanan endpoint juga dilengkapi dengan fitur enkripsi, yang akan menyembunyikan data kamu dari mata-mata yang tak diinginkan. Jadi, meskipun ada orang yang berhasil masuk ke perangkat kamu, mereka tetap nggak bisa membaca data penting karena sudah terenkripsi. Enkripsi ini ibarat mengunci data kamu dengan password yang susah banget dibuka. Selain itu, ada juga proteksi dari ancaman ransomware, yang bisa mencegah file kamu dikunci oleh virus dan meminta tebusan.

Keamanan Endpoint di Era Kerja Remote

Seiring dengan tren kerja remote yang makin meningkat, perangkat endpoint menjadi semakin vital. Banyak orang yang bekerja dari rumah, menggunakan perangkat pribadi atau perangkat kantor untuk menyelesaikan tugasnya. Dengan skenario ini, penting banget untuk memastikan keamanan endpoint supaya data perusahaan tetap aman dan terhindar dari serangan siber.

Perusahaan juga perlu memberikan pelatihan tentang bagaimana cara menjaga keamanan endpoint, seperti menghindari mengakses Wi-Fi publik tanpa perlindungan, atau memastikan bahwa perangkat yang digunakan untuk bekerja dilengkapi dengan perangkat keamanan terbaru. Jadi, jangan pernah remehkan pentingnya menjaga perangkat yang kamu gunakan sehari-hari.

6 langkah Mudah untuk Menjaga Keamanan Endpoint

Meskipun keamanan endpoint terdengar rumit, kamu sebenarnya bisa melakukan beberapa langkah mudah untuk menjaga perangkat kamu tetap aman dari ancaman. Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba:

  1. Aktifkan Antivirus dan Anti-Malware
    Pastikan antivirus di perangkat kamu selalu aktif. Program antivirus dapat melindungi perangkat kamu dari virus, malware, dan program berbahaya lainnya. Jangan malas untuk melakukan pemindaian secara rutin.

  2. Gunakan Password yang Kuat dan Unik
    Jangan gunakan password yang mudah ditebak, seperti “123456” atau “password”. Cobalah untuk membuat password yang panjang, unik, dan terdiri dari kombinasi huruf, angka, dan simbol.

  3. Selalu Update Sistem Operasi dan Aplikasi
    Pengembang perangkat lunak selalu merilis pembaruan untuk memperbaiki kerentanannya. Jadi, pastikan kamu selalu mengupdate sistem operasi dan aplikasi di perangkat kamu untuk menghindari potensi celah keamanan.

  4. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
    Jika memungkinkan, aktifkan autentikasi dua faktor untuk akun-akun penting kamu. Dengan 2FA, meskipun seseorang berhasil mendapatkan password kamu, mereka tetap membutuhkan kode tambahan yang hanya bisa kamu akses.

  5. Hati-hati dengan Wi-Fi Publik
    Saat menggunakan Wi-Fi publik, pastikan kamu menggunakan VPN untuk mengenkripsi koneksi internetmu. Dengan begitu, data yang kamu kirimkan akan lebih aman dari serangan siber.

  6. Backup Data Secara Rutin
    Meskipun kamu sudah punya proteksi terbaik, ada kalanya data tetap bisa hilang. Jadi, pastikan kamu selalu melakukan backup secara rutin, baik itu di cloud atau di hard drive eksternal.

Keamanan endpoint mungkin terdengar teknis, tetapi jangan biarkan itu membuat kamu merasa cemas atau bingung. Kuncinya adalah selalu berhati-hati dengan perangkat yang kamu gunakan, rutin mengupdate sistem keamanan, dan menjaga kebiasaan yang aman saat online. Dengan begitu, perangkat kamu akan tetap aman, data pentingmu terjaga, dan kamu bisa terus menikmati kenyamanan dunia digital tanpa khawatir ada ancaman yang mengintai. Jadi, ayo mulai jaga perangkatmu sekarang juga, dan jangan biarkan hacker senang-senang di perangkatmu!

Continue Reading

Keamanan

Phishing – Kenali dan Lindungi Diri dari Kejahatan Dunia Maya yang Mengancam

Published

on

By

Siapa yang tidak suka menerima email yang tampaknya penting, seperti pemberitahuan tentang hadiah gratis, update akun bank, atau bahkan pemberitahuan bahwa ada masalah dengan kartu kredit? Saat kita mengecek inbox kita, siapa tahu ada hadiah menanti, kan? Tapi, hati-hati! Bisa jadi, email yang terlihat menguntungkan itu sebenarnya adalah jebakan manis dari para penjahat dunia maya. Inilah yang disebut dengan phishing. Lalu, apa itu phishing, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana kita bisa melindungi diri dari serangan ini?

Apa Itu Phishing?

Phishing adalah upaya penipuan yang dilakukan dengan cara menyamar sebagai entitas terpercaya, seperti bank, penyedia layanan internet, atau bahkan teman atau kolega, untuk memperoleh informasi pribadi, seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau data sensitif lainnya. Caranya bisa melalui email, pesan teks, media sosial, atau bahkan telepon. Para pelaku phishing membuat pesan mereka semirip mungkin dengan pesan resmi agar korbannya tertipu dan memberikan informasi yang mereka inginkan.

Jadi, jika kamu pernah menerima pesan dari “bank” yang mengatakan bahwa ada aktivitas mencurigakan di akunmu dan meminta kamu untuk memasukkan data login melalui link tertentu, maka kamu mungkin sedang dihadapkan dengan serangan phishing. Seram, kan?

Bagaimana Cara Phishing Bekerja?

Banyak orang yang berpikir bahwa mereka tidak akan pernah jatuh ke dalam perangkap phishing, karena mereka tahu cara mengenali email yang mencurigakan. Namun, kenyataannya serangan phishing semakin canggih dan sulit dikenali. Lalu, bagaimana cara phishing bekerja? Simak ini!

Biasanya, pelaku phishing mengirimkan pesan yang tampaknya sah, seperti email dari bank yang mengatakan, “Akun Anda hampir diblokir, segera lakukan verifikasi!” Atau, bisa juga berupa SMS yang mengatakan, “Anda mendapat hadiah besar, klik di sini untuk mengklaimnya!” Begitu kita tertarik dan mengklik link yang disediakan, kita diarahkan ke situs palsu yang sangat mirip dengan situs asli.

Di situs palsu inilah penjahat dunia maya mulai mengumpulkan data kita, seperti username, password, atau informasi pribadi lainnya. Biasanya, mereka akan menyimpan informasi yang kita masukkan untuk digunakan atau dijual ke pihak lain yang lebih berbahaya.

5 Jenis Phishing yang Perlu Diketahui

Mungkin kamu berpikir bahwa phishing hanya berupa email yang mencurigakan, tetapi ternyata ada banyak jenis serangan phishing yang bisa menyerang. Berikut beberapa jenis phishing yang perlu kamu tahu:

  1. Phishing Email Ini adalah bentuk yang paling umum. Para penjahat mengirimkan email yang tampaknya sah, misalnya dari bank, dengan permintaan untuk memperbarui informasi akun atau melakukan verifikasi.

  2. Spear Phishing Berbeda dengan phishing yang sifatnya massal, spear phishing lebih terfokus. Pelaku menyerang individu atau organisasi tertentu dengan pesan yang lebih personal dan terarah. Bisa jadi mereka sudah tahu nama lengkapmu, alamat email, atau bahkan informasi pekerjaanmu.

  3. Smishing Phishing yang dilakukan melalui SMS. Pesan teks yang masuk ke ponselmu tampaknya datang dari perusahaan atau layanan yang sah, yang meminta kamu untuk mengklik link atau memberikan informasi pribadi.

  4. Vishing (Voice Phishing) Phishing via telepon! Pelaku meneleponmu dan berpura-pura menjadi petugas dari bank atau lembaga lain. Mereka akan meminta informasi pribadi atau bahkan meminta kamu untuk mentransfer uang.

  5. Angler Phishing Ini adalah phishing yang dilakukan melalui media sosial. Pelaku menyamar sebagai perusahaan atau merek terkenal dan mencoba menggali informasi pribadi dengan cara memikat korban lewat komentar atau pesan langsung.

Bagaimana Cara Mengenali Phishing?

Meskipun serangan phishing semakin canggih, ada beberapa tanda yang bisa membantu kamu mengenali pesan atau situs palsu. Ini dia beberapa tips agar kamu tetap aman:

  1. Periksa Alamat Pengirim Alamat email pengirim adalah salah satu tanda paling jelas. Jangan tertipu dengan nama yang mirip dengan yang asli. Misalnya, email yang tampaknya datang dari “[email protected]” bisa jadi hanya meniru alamat asli “[email protected].”

  2. Jangan Percaya Link yang Dikirim Jika ada link dalam email atau SMS yang meminta kamu mengklik, jangan sembarangan klik! Letakkan kursor di atas link tersebut untuk melihat alamat URL yang sebenarnya. Jika alamatnya aneh atau tidak sesuai dengan situs resmi, bisa dipastikan itu adalah phishing.

  3. Cek Tanda Keamanan pada Website Ketika kamu diminta untuk memasukkan informasi sensitif, pastikan situs tersebut memiliki HTTPS di awal URL, bukan hanya HTTP. HTTPS menunjukkan bahwa situs tersebut aman untuk transaksi.

  4. Perhatikan Tanda-Tanda Pesan yang Mencurigakan Email atau pesan yang mengandung kesalahan ketik, bahasa yang tidak profesional, atau permintaan mendesak untuk segera memberikan informasi biasanya merupakan indikasi bahwa itu adalah phishing.

  5. Verifikasi Langsung Jika kamu merasa ragu, lebih baik langsung menghubungi perusahaan atau lembaga yang diduga mengirim pesan tersebut. Gunakan nomor kontak atau situs resmi yang kamu tahu, bukan yang ada di pesan tersebut.

Dampak Phishing: Lebih Dari Sekadar Kerugian Finansial

Phishing bukan hanya soal kehilangan uang, meskipun itu adalah dampak yang paling langsung. Sering kali, informasi yang dicuri bisa digunakan untuk kejahatan lain, seperti pencurian identitas. Selain itu, data pribadi yang bocor bisa merusak reputasi seseorang atau perusahaan. Bahkan, pelaku phishing bisa menggunakan data tersebut untuk memanipulasi korban lebih lanjut atau melakukan serangan lain seperti fraud atau scamming.

Tidak hanya itu, jika kamu bekerja di perusahaan atau organisasi, phishing bisa membuka celah bagi penjahat untuk masuk ke dalam sistem yang lebih besar. Akses ke data sensitif bisa menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan, termasuk kebocoran data pelanggan, kerusakan citra, hingga tuntutan hukum.

4 Cara Melindungi Diri dari Phishing

Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu ambil untuk melindungi diri dari serangan phishing:

  1. Gunakan Software Keamanan Pastikan perangkatmu dilindungi dengan antivirus dan software keamanan yang terbaru. Banyak program antivirus yang juga bisa mendeteksi email atau situs phishing sebelum kamu terjebak.

  2. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor Jika memungkinkan, aktifkan autentikasi dua faktor pada akun-akun penting, seperti email, bank, atau media sosial. Ini akan menambah lapisan perlindungan ekstra.

  3. Hati-Hati dengan Informasi Pribadi Jangan pernah memberikan informasi pribadi, terutama nomor rekening atau kata sandi, melalui email atau pesan teks yang tidak sah.

  4. Edukasi Diri dan Orang Terdekat Terkadang, penjahat dunia maya juga menyasar orang-orang yang kurang paham tentang teknologi. Pastikan orang terdekatmu juga memahami risiko phishing dan cara melindungi diri mereka.

Phishing memang mengancam di dunia maya, tapi dengan kewaspadaan dan sedikit pengetahuan, kita bisa melindungi diri dari jebakan-jebakan licik yang ada. Jangan mudah tergoda oleh tawaran-tawaran yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, dan selalu pastikan bahwa setiap transaksi atau informasi yang kamu berikan dilakukan dengan hati-hati dan aman. Ingat, lebih baik waspada daripada menyesal!

Continue Reading

Keamanan

Backup, Keamanan – Menjaga Data Kamu Agar Tetap Aman

Published

on

By

Pernahkah kamu merasa panik saat tiba-tiba komputer atau smartphone kamu mati, dan data-data penting yang belum sempat kamu simpan hilang begitu saja? Rasanya seperti dunia runtuh, kan? Nah, di situlah pentingnya backup, atau cadangan data. Sederhananya, backup adalah penyelamat kehidupan digital kita. Yuk, kita ngobrol santai tentang backup dan bagaimana hal ini berhubungan erat dengan keamanan data yang kita miliki!

Kenapa Backup Itu Penting?

Mari kita mulai dengan pertanyaan yang paling dasar: kenapa sih kita perlu melakukan backup? Jawabannya simpel, tanpa backup, data kamu bisa hilang begitu saja, dan kadang itu bisa menjadi hal yang sangat mahal. Misalnya, bayangkan jika kamu seorang fotografer yang menyimpan semua foto di hard drive tanpa backup. Suatu hari hard drive itu rusak dan foto-foto kamu hilang. Ngeri, kan? Atau, kamu seorang mahasiswa yang sudah menghabiskan waktu berjam-jam menulis skripsi dan belum melakukan backup, tiba-tiba laptop mati tanpa ampun. Semua usaha dan waktu hilang dalam sekejap! Nah, itulah mengapa backup sangat penting. Ia adalah cadangan yang melindungi data kamu dari kerusakan atau kehilangan yang tidak terduga.

3 Jenis Backup yang Bisa Kamu Pilih

Sekarang, kamu pasti bertanya-tanya, “Oke, backup itu penting, tapi bagaimana cara melakukannya?” Jawabannya adalah: banyak cara! Ada beberapa jenis backup yang bisa kamu pilih, sesuai dengan kebutuhan dan preferensimu.

  1. Backup Lokal Backup lokal adalah jenis yang paling klasik. Ini dilakukan dengan cara menyimpan data ke perangkat fisik seperti hard drive eksternal, USB flash drive, atau SSD. Keuntungannya adalah kamu bisa langsung mengaksesnya kapan saja tanpa harus terhubung ke internet. Tapi, sisi negatifnya adalah jika perangkat itu hilang atau rusak, data kamu juga ikut hilang. Jadi, penting untuk menjaga perangkat ini tetap aman.

  2. Backup Cloud Nah, ini dia yang sedang jadi tren zaman sekarang. Dengan menggunakan cloud storage seperti Google Drive, Dropbox, atau OneDrive, kamu bisa menyimpan data secara online, sehingga data tersebut bisa diakses dari mana saja selama ada internet. Keuntungan utamanya adalah data kamu aman dari kerusakan perangkat fisik, seperti hard drive rusak atau hilang. Tapi, tetap ada kekurangannya, yaitu masalah kecepatan internet yang bisa mempengaruhi proses upload dan download data.

  3. Backup Otomatis Untuk kamu yang sering lupa melakukan backup secara manual, ada baiknya menggunakan fitur backup otomatis. Fitur ini dapat diaktifkan di berbagai aplikasi cloud atau di perangkat keras seperti NAS (Network Attached Storage). Dengan backup otomatis, kamu nggak perlu repot-repot memikirkan kapan terakhir kali kamu backup, karena sistem akan melakukannya secara rutin, misalnya setiap hari atau setiap minggu.

Backup dan Keamanan: Dua Hal yang Tidak Bisa Dipisahkan

Tentu saja, tujuan utama backup adalah untuk melindungi data dari kerusakan atau kehilangan. Namun, ada satu hal lagi yang lebih penting dalam dunia digital saat ini, yaitu keamanan. Backup kamu harus dilakukan dengan memperhatikan faktor keamanan, terutama jika data yang kamu simpan sangat sensitif. Jadi, apa saja yang perlu kamu pertimbangkan agar backup yang kamu lakukan juga aman?

  1. Enkripsi Data Enkripsi adalah cara untuk mengacak data kamu sehingga hanya orang yang memiliki kunci enkripsi yang bisa membacanya. Jika kamu menyimpan data di cloud atau perangkat eksternal, pastikan data tersebut dienkripsi dengan baik. Ini penting untuk mencegah data jatuh ke tangan yang salah, apalagi jika data tersebut berisi informasi pribadi atau data bisnis yang sensitif.

  2. Autentikasi Dua Faktor (2FA) Jika kamu menyimpan data di cloud, pastikan untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA). Dengan 2FA, meskipun seseorang berhasil mendapatkan password akun cloud kamu, mereka tetap tidak bisa mengakses data kamu tanpa kode verifikasi tambahan yang dikirimkan ke perangkat kamu. Ini adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk meningkatkan keamanan akun online kamu.

  3. Pemulihan Data (Data Recovery) Seperti halnya proses backup, kamu juga harus memikirkan tentang bagaimana cara kamu memulihkan data jika terjadi masalah. Sistem backup yang bagus akan memiliki opsi pemulihan data yang cepat dan mudah digunakan. Jadi, pastikan kamu tahu cara memulihkan data kamu, dan jangan hanya mengandalkan backup tanpa pernah mengujinya.

Backup yang Teratur: Jangan Tunggu Sampai Terlambat!

Satu hal yang paling sering terlupakan adalah backup yang dilakukan secara teratur. Banyak orang berpikir, “Ah, nanti aja deh, masih aman kok.” Eh, tahu-tahu data hilang dan penyesalan datang. Nah, supaya hal ini nggak terjadi, lakukan backup secara rutin. Tentukan jadwal untuk backup data, misalnya sekali seminggu atau setiap akhir bulan, tergantung dari seberapa sering data kamu berubah. Dengan backup yang teratur, kamu tidak perlu takut kehilangan data karena sudah punya cadangan yang aman.

Bagaimana Mengatur Backup yang Efektif?

Mengatur backup yang efektif bukan hanya soal sering melakukan backup, tapi juga soal memilih data yang tepat untuk dibackup. Jangan sampai kamu menghabiskan banyak waktu untuk membackup file yang nggak penting, seperti foto liburan kamu yang sudah tersimpan di media sosial. Pilih data yang benar-benar penting, seperti dokumen pekerjaan, skripsi, atau file yang berkaitan dengan proyek-proyek penting.

Penting juga untuk memeriksa backup secara berkala. Kamu harus memastikan bahwa backup yang dilakukan bisa diakses dan data yang disimpan memang bisa dipulihkan dengan baik. Jangan sampai sudah membackup data, tapi ketika saatnya memulihkan, data tersebut korup atau tidak lengkap.

Backup Itu Bukan Pilihan, Tapi Kewajiban

Di era digital yang semakin canggih ini, backup bukan lagi hal yang bisa ditunda. Setiap file dan data yang kita simpan di perangkat sangat berharga, dan kita tidak tahu kapan akan mengalami kerusakan atau kehilangan. Jadi, pastikan kamu melindungi data tersebut dengan backup yang aman dan teratur. Ingat, backup yang baik adalah kunci untuk menjaga keamanan data kamu! Jadi, ayo mulai sekarang, jangan tunggu sampai data kamu hilang baru menyesal.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 www.cerdasceria.net