Connect with us

Analisis Data

Federer makes history with eighth Wimbledon, 19th major title

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem.

Published

on

Photo: Shutterstock

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga.

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur.

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

“Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat”

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus.

Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur.

Analisis Data

Transaksi Data – Menguak Dunia Analisis Data yang Penuh Kejutan

Published

on

By

Bayangkan, kamu sedang berbelanja online. Kamu memilih barang yang kamu inginkan, memasukkannya ke keranjang belanja, dan akhirnya mengklik tombol “Beli Sekarang”. Dalam hitungan detik, data tentang pembelianmu itu langsung tercatat dalam sistem. Dari mana asalmu, apa yang kamu beli, berapa harga barangnya, dan bagaimana kamu membayar, semuanya terekam dalam transaksi data. Mungkin bagi banyak orang, ini hanya sekedar transaksi biasa. Tapi tahukah kamu bahwa data ini bisa menjadi harta karun yang sangat berguna, terutama dalam dunia analisis data?

Dalam dunia yang semakin digital ini, transaksi data telah menjadi salah satu elemen yang sangat penting dalam pengambilan keputusan bisnis, pemerintahan, bahkan riset ilmiah. Semua interaksi yang kita lakukan—baik itu membeli barang, mengirim email, atau bahkan berinteraksi dengan aplikasi—menghasilkan data yang bisa dianalisis untuk menemukan pola, tren, atau bahkan prediksi masa depan.

Apa Itu Transaksi Data?

Transaksi data adalah informasi yang tercatat setiap kali ada kegiatan atau interaksi yang melibatkan pertukaran nilai, baik berupa uang, informasi, atau barang. Setiap kali kamu membeli barang di e-commerce, transaksi tersebut akan tercatat dalam database mereka. Begitu pula dengan pembayaran tagihan, pembelian tiket, atau bahkan transfer antarbank—semua itu adalah transaksi yang menghasilkan data.

Namun, bukan hanya bisnis e-commerce yang terlibat dalam transaksi data. Banyak sektor lain, mulai dari perbankan, pendidikan, hingga layanan kesehatan, juga menghasilkan data dari setiap transaksi yang terjadi. Data ini terdiri dari berbagai macam informasi seperti waktu transaksi, jumlah uang yang dipertukarkan, lokasi, jenis barang atau layanan yang dibeli, dan masih banyak lagi.

Kenapa Transaksi Data Itu Penting?

Pada dasarnya, setiap transaksi data yang terjadi memberikan informasi penting yang dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Misalnya, bisnis dapat menganalisis data transaksi untuk melihat tren pembelian pelanggan, produk mana yang paling laku, dan bahkan kapan waktu terbaik untuk menawarkan diskon atau promosi.

Dalam dunia yang serba cepat ini, data transaksi menjadi alat utama dalam pengambilan keputusan yang lebih baik. Dengan menganalisis pola-pola dalam transaksi, perusahaan bisa merancang strategi yang lebih efisien, memberikan penawaran yang lebih menarik, atau bahkan mengantisipasi kebutuhan pasar di masa depan.

Sebagai contoh, jika sebuah toko online menemukan bahwa produk tertentu sering dibeli menjelang liburan, mereka bisa mulai mempersiapkan stok lebih awal, meningkatkan iklan yang lebih tepat sasaran, atau memberikan potongan harga untuk menarik lebih banyak pelanggan.

Proses Pengumpulan dan Penyimpanan Transaksi Data

Setiap transaksi yang terjadi tidak langsung menjadi informasi yang berguna begitu saja. Data tersebut harus dikumpulkan, disimpan, dan dianalisis dengan cara yang tepat. Di sinilah teknologi datang untuk menyelamatkan kita. Dengan menggunakan sistem manajemen basis data (DBMS), data transaksi dapat disimpan dengan rapi dan mudah diakses.

Bayangkan kalau tidak ada sistem yang baik, semua data transaksi itu hanya akan menjadi tumpukan informasi yang sulit dicari dan dianalisis. Sistem-sistem ini juga membantu mengatur dan memproteksi data agar tetap aman. Jadi, meskipun kamu sering mendengar tentang kebocoran data atau masalah keamanan, sebenarnya banyak sistem sudah sangat ketat dalam mengelola dan menjaga privasi data transaksi.

Data Transaksi dalam Analisis Data

Nah, sekarang mari kita masuk ke bagian yang lebih menarik: bagaimana data transaksi digunakan dalam analisis data. Ketika data sudah terkumpul, langkah selanjutnya adalah menganalisisnya untuk menggali informasi yang tersembunyi di balik angka-angka tersebut. Ini adalah bagian yang paling seru, karena analisis data bisa memberi kita insight-insight yang benar-benar menarik.

Misalnya, dalam bisnis ritel, analisis data transaksi dapat membantu mereka mengetahui produk mana yang paling banyak terjual pada waktu-waktu tertentu. Ini bisa digunakan untuk membuat keputusan tentang promosi atau penawaran khusus yang lebih tepat sasaran. Selain itu, analisis transaksi juga bisa mengungkapkan pola pembelian yang tidak terduga—seperti mengapa produk tertentu laku keras meskipun tidak terlalu dipromosikan.

Bagi perusahaan teknologi, mereka bisa menganalisis transaksi data untuk melihat bagaimana pengguna berinteraksi dengan aplikasi mereka. Misalnya, mereka bisa melihat fitur apa yang paling sering digunakan, berapa lama pengguna berada di aplikasi, atau pada bagian mana mereka cenderung keluar dari aplikasi. Semua informasi ini sangat penting dalam mengembangkan fitur yang lebih baik dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Keuntungan Menganalisis Data Transaksi

Melakukan analisis data transaksi membawa banyak keuntungan. Salah satunya adalah prediksi. Dengan melihat pola transaksi sebelumnya, perusahaan dapat memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Sebagai contoh, mereka dapat memperkirakan permintaan produk atau layanan, serta mengatur stok yang lebih efisien.

Selain itu, analisis data transaksi juga dapat membantu mengidentifikasi pelanggan setia. Misalnya, perusahaan bisa menemukan pelanggan yang sering membeli barang dengan harga tinggi, dan kemudian memberikan mereka penawaran eksklusif atau hadiah loyalitas. Analisis ini juga bisa membantu perusahaan mendeteksi penipuan dengan cara melihat transaksi yang mencurigakan atau tidak biasa.

Tantangan dalam Mengelola Transaksi Data

Meski manfaatnya besar, mengelola transaksi data bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah volume data yang sangat besar. Setiap transaksi yang terjadi, terutama di platform besar seperti Amazon atau Tokopedia, menghasilkan ribuan hingga jutaan data per detik. Mengolah dan menganalisis data sebanyak itu memerlukan teknologi yang sangat canggih dan sistem yang sangat kuat.

Selain itu, keamanan data juga menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Data transaksi sering kali mengandung informasi sensitif, seperti nomor kartu kredit atau identitas pribadi. Oleh karena itu, menjaga data tetap aman dari ancaman peretasan atau kebocoran informasi adalah hal yang sangat penting.

Masa Depan Transaksi Data dalam Analisis Data

Dengan pesatnya perkembangan teknologi, terutama di bidang big data dan kecerdasan buatan, kita dapat memprediksi bahwa analisis data transaksi akan semakin canggih dan lebih bermanfaat di masa depan. Teknologi seperti blockchain bisa menjadikan transaksi lebih transparan dan aman, sementara machine learning bisa memberikan prediksi yang lebih akurat mengenai pola pembelian konsumen.

Bayangkan jika sistem analisis transaksi data ini dapat digunakan untuk meramalkan kebutuhan pasar secara lebih tepat, atau bahkan mendeteksi masalah kesehatan sebelum mereka terjadi. Potensi dari transaksi data dalam analisis sangat besar dan hanya akan terus berkembang.

Data transaksi mungkin terlihat seperti hal sepele, tetapi sebenarnya memiliki kekuatan besar dalam membantu bisnis, organisasi, dan bahkan individu membuat keputusan yang lebih cerdas dan efisien. Dengan teknologi yang semakin maju, kita akan semakin sering mendengar tentang betapa pentingnya analisis data dalam berbagai bidang. Jadi, jika kamu merasa dunia data itu membingungkan, ingat saja bahwa setiap kali kamu membeli secangkir kopi atau melakukan transaksi di e-commerce favorit, kamu sedang berperan dalam menghasilkan data yang sangat berharga untuk analisis masa depan!

Continue Reading

Analisis Data

Regresi dalam Analisis Data – Menjadi Detektif Data untuk Menebak Masa Depan

Published

on

By

Analisis data adalah seni dan ilmu yang mengubah angka-angka dan informasi mentah menjadi wawasan yang berharga. Salah satu metode yang sering digunakan dalam analisis data adalah regresi. Nah, apa sih regresi itu? Kalau dijelaskan dengan cara yang sederhana, regresi itu seperti detektif yang mencoba mencari tahu hubungan antara dua hal, atau lebih tepatnya, mencoba menebak bagaimana satu variabel bisa memengaruhi variabel lainnya. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh data ini, regresi bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk membuat prediksi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan.

Apa itu Regresi?

Bayangkan kamu seorang guru yang sedang memprediksi nilai ujian siswa berdasarkan waktu belajar mereka. Kamu ingin tahu, “Apakah semakin lama waktu belajar, semakin tinggi nilai ujian mereka?” Nah, regresi adalah cara untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dua variabel ini, dan seberapa besar hubungan tersebut. Dengan regresi, kamu bisa tahu apakah benar waktu belajar memengaruhi hasil ujian, dan bahkan bisa memprediksi nilai ujian siswa berdasarkan seberapa lama mereka belajar. Canggih, kan?

Secara teknis, regresi adalah metode statistik yang digunakan untuk melihat hubungan antara satu variabel dependen (yang ingin kita prediksi) dengan satu atau lebih variabel independen (yang digunakan untuk membuat prediksi). Dalam kasus kita, nilai ujian adalah variabel dependen, dan waktu belajar adalah variabel independen. Tapi tentu saja, regresi tidak hanya sebatas waktu belajar vs nilai ujian. Kamu bisa menerapkannya untuk berbagai masalah yang melibatkan hubungan antar variabel!

4 jenis Regresi

Biar kamu gak bingung, mari kita lihat beberapa jenis regresi yang paling umum dipakai di dunia analisis data.

  1. Regresi Linier Sederhana Ini adalah jenis regresi yang paling dasar dan sederhana. Di sini, kita mencoba menggambarkan hubungan linier antara dua variabel. Coba bayangkan kamu membuat grafik dengan sumbu X adalah waktu belajar dan sumbu Y adalah nilai ujian. Regresi linier sederhana akan menggambar garis lurus yang menunjukkan hubungan antara waktu belajar dan nilai ujian. Kalau garisnya naik, itu berarti semakin lama siswa belajar, semakin tinggi nilai ujian mereka.

  2. Regresi Linier Berganda Kalau regresi linier sederhana hanya melibatkan satu variabel independen, maka regresi linier berganda lebih canggih karena melibatkan lebih dari satu variabel independen. Misalnya, selain waktu belajar, kamu juga ingin tahu apakah ada faktor lain yang mempengaruhi nilai ujian, seperti tingkat kesulitan materi atau kualitas tidur siswa. Dengan regresi linier berganda, kamu bisa memodelkan pengaruh gabungan dari beberapa faktor tersebut.

  3. Regresi Logistik Nah, ini beda sedikit. Kalau regresi linier digunakan untuk memprediksi nilai kontinu (seperti angka atau nilai ujian), regresi logistik digunakan untuk memprediksi hasil yang bersifat kategorikal, misalnya ya/tidak atau sukses/gagal. Contohnya, kamu bisa menggunakan regresi logistik untuk memprediksi apakah seseorang akan membeli produk berdasarkan beberapa faktor, seperti usia, pendapatan, dan kebiasaan belanja mereka.

  4. Regresi Polinomial Dalam beberapa kasus, hubungan antara variabel tidak bisa digambarkan dengan garis lurus. Di sini, regresi polinomial masuk. Regresi ini menggunakan kurva (seperti parabola) untuk menggambarkan hubungan yang lebih kompleks. Misalnya, hubungan antara harga mobil dan usia mobil mungkin lebih baik digambarkan dengan sebuah kurva daripada garis lurus, karena harga mobil baru biasanya turun drastis dalam beberapa tahun pertama.

4 Alasan Mengapa Regresi Itu Penting?

Mungkin sekarang kamu berpikir, “Oke, regresi itu menarik, tapi kenapa saya harus peduli?” Nah, regresi punya peran yang sangat besar dalam banyak bidang. Mari kita bahas beberapa alasan mengapa regresi itu sangat penting.

  1. Membantu Memprediksi Masa Depan Dengan regresi, kita bisa membuat prediksi tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan berdasarkan data yang ada saat ini. Misalnya, kita bisa memprediksi penjualan produk berdasarkan tren penjualan di masa lalu, atau memprediksi kebutuhan energi berdasarkan data cuaca.

  2. Mengungkap Hubungan yang Tak Terlihat Terkadang, kita gak tahu hubungan apa yang ada antara berbagai variabel. Tapi dengan regresi, kita bisa menggali lebih dalam dan menemukan hubungan tersebut. Ini membantu kita untuk lebih memahami data dan membuat keputusan yang lebih tepat.

  3. Mengoptimalkan Keputusan Bisnis Banyak perusahaan menggunakan regresi untuk meramalkan permintaan pasar, menentukan harga produk, atau bahkan mengidentifikasi pelanggan yang paling potensial. Dengan informasi yang tepat, mereka bisa membuat keputusan yang lebih baik dan menghindari kerugian.

  4. Menilai Faktor-faktor yang Mempengaruhi Suatu Hasil Salah satu aplikasi terbaik dari regresi adalah untuk menilai faktor mana yang paling berpengaruh terhadap hasil tertentu. Misalnya, dalam penelitian medis, regresi dapat digunakan untuk menilai faktor-faktor apa saja yang paling memengaruhi kesehatan pasien, seperti pola makan, olahraga, dan kebiasaan merokok.

Tantangan dalam Regresi

Meskipun regresi adalah alat yang sangat berguna, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah overfitting, yang terjadi ketika model regresi terlalu rumit dan terlalu pas dengan data pelatihan sehingga tidak bisa generalisasi dengan baik pada data baru. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa model regresi yang kita buat benar-benar mencerminkan hubungan yang ada, dan tidak hanya mengikuti pola kebetulan yang ada dalam data.

Selain itu, multikolinearitas bisa menjadi masalah jika ada beberapa variabel independen yang sangat berkorelasi satu sama lain. Ini bisa membuat model regresi sulit untuk mengidentifikasi variabel mana yang benar-benar berpengaruh.

Jadi, regresi itu seperti detektif yang membantu kita mencari tahu hubungan antara berbagai variabel dalam data kita. Dengan regresi, kita bisa memprediksi masa depan, mengungkap hubungan tersembunyi, dan membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan data. Tentu saja, seperti semua alat analisis, regresi juga punya tantangan, tetapi dengan pemahaman yang tepat, kita bisa memanfaatkannya untuk menggali lebih dalam dan mendapatkan wawasan yang lebih berguna. Jadi, jangan ragu untuk menggali data dan gunakan regresi untuk menemukan jawabannya!

Continue Reading

Analisis Data

Clustering dalam Analisis Data – Mengelompokkan Data Seperti Jodoh yang Serasi

Published

on

By

Pernahkah kamu berpikir bagaimana Google tahu restoran favoritmu? Atau bagaimana Netflix bisa merekomendasikan film yang cocok dengan seleramu? Jawabannya ada pada analisis data, lebih spesifiknya: clustering! Teknik ini bekerja seperti mak comblang digital, mengelompokkan data yang mirip agar lebih mudah dianalisis.

Kalau kamu berpikir clustering itu ribet, jangan khawatir. Artikel ini akan menjelaskan dengan gaya santai dan sedikit bumbu humor agar lebih asyik dibaca. Jadi, mari kita bahas bagaimana clustering dalam analisis data bekerja dan kenapa penting banget dalam dunia teknologi saat ini.

Apa Itu Clustering?

Oke, bayangkan kamu sedang berada di sebuah pesta besar dengan banyak orang. Tanpa sadar, orang-orang dengan kesamaan tertentu cenderung berkumpul. Yang suka musik nge-jazz berkumpul di satu sudut, yang suka K-Pop sibuk nonton fancam bareng, sementara yang suka debat politik lagi seru berdiskusi di pojokan. Nah, konsep yang sama terjadi dalam analisis data: data yang mirip satu sama lain akan dikelompokkan secara otomatis oleh algoritma clustering.

Dalam dunia data, clustering adalah teknik yang digunakan untuk mengelompokkan objek berdasarkan karakteristik atau pola tertentu tanpa perlu label. Artinya, data yang awalnya acak dan berantakan bisa menjadi lebih terstruktur dan mudah dianalisis.

Kenapa Clustering Itu Penting?

Sekarang bayangkan kalau semua data di dunia ini dihamburkan begitu saja tanpa dikelompokkan. Wah, bakal kacau banget! Clustering membantu kita memahami pola dalam data, membuat keputusan lebih cepat, dan bahkan bisa membantu dalam hal yang lebih keren seperti kecerdasan buatan dan personalisasi layanan.

Misalnya, e-commerce seperti Tokopedia atau Shopee menggunakan clustering untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan kebiasaan belanja mereka. Jadi, kalau kamu sering beli barang-barang elektronik, algoritma akan mengelompokkanmu ke dalam kelompok pencinta gadget dan mulai menawarkan produk yang sesuai dengan seleramu.

Di bidang kesehatan, clustering membantu dokter mengidentifikasi pasien berdasarkan gejala yang mereka alami. Bayangkan seorang dokter memiliki data dari ribuan pasien dan harus menemukan pola penyakit yang sama. Clustering memudahkan dokter dalam menganalisis dan memberikan diagnosis yang lebih akurat.

Bagaimana Cara Clustering Bekerja?

Clustering ini ibarat detektif data. Ia mencari petunjuk, melihat pola, lalu mengelompokkan data yang mirip satu sama lain. Ada beberapa metode dalam clustering, tapi dua yang paling populer adalah K-Means Clustering dan Hierarchical Clustering.

  1. K-Means Clustering
    Bayangkan ada sekelompok anak di taman bermain dan kita ingin membagi mereka ke dalam beberapa kelompok berdasarkan tinggi badan. Algoritma K-Means akan secara acak memilih sejumlah titik sebagai pusat kelompok (centroid), lalu menempatkan anak-anak ke dalam kelompok yang paling dekat dengan centroid tersebut. Kemudian, algoritma ini akan mengulang prosesnya sampai menemukan pembagian kelompok yang paling optimal.

  2. Hierarchical Clustering
    Nah, kalau yang satu ini ibarat membuat silsilah keluarga. Algoritma ini mulai dari setiap titik data sebagai kelompoknya sendiri, lalu secara bertahap menggabungkan kelompok-kelompok kecil menjadi kelompok yang lebih besar berdasarkan kesamaan mereka. Proses ini berlanjut sampai semua data terkelompokkan dengan baik.

5 Contoh Clustering dalam Kehidupan Nyata

Masih bingung bagaimana clustering bisa diterapkan dalam kehidupan nyata? Tenang, berikut beberapa contoh serunya!

  1. Spotify dan Rekomendasi Lagu
    Kalau kamu sering dengar lagu mellow, tiba-tiba Spotify menyarankan lagu galau yang relate dengan hidupmu, itu bukan kebetulan! Algoritma clustering menganalisis lagu-lagu yang sering kamu dengarkan, lalu mengelompokkanmu ke dalam grup dengan selera musik yang serupa. Jadi, kalau ada lagu baru yang disukai orang-orang dalam kelompokmu, Spotify akan merekomendasikannya untukmu.

  2. Netflix dan Rekomendasi Film
    Kamu pernah penasaran kenapa Netflix tahu selera film kamu? Sama seperti Spotify, Netflix menggunakan clustering untuk mengelompokkan pengguna berdasarkan preferensi tontonan mereka. Kalau kamu suka film aksi dengan banyak adegan kejar-kejaran mobil, Netflix akan memasukkanmu ke kelompok pecinta film aksi dan terus merekomendasikan film sejenis.

  3. E-Commerce dan Diskon Personal
    Situs belanja online menggunakan clustering untuk memahami kebiasaan belanja kita. Jika kamu sering membeli produk skincare, algoritma akan mengelompokkanmu dengan pembeli lain yang memiliki pola serupa, lalu memberikan diskon atau rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhanmu. Jadi kalau tiba-tiba ada diskon serum wajah favoritmu, bisa jadi itu hasil dari clustering!

  4. Analisis Pasien dalam Dunia Medis
    Dalam dunia kesehatan, clustering digunakan untuk mengelompokkan pasien berdasarkan gejala atau riwayat penyakit mereka. Dengan cara ini, dokter dapat mengenali pola penyakit tertentu lebih cepat dan memberikan perawatan yang lebih spesifik sesuai dengan kelompok pasien.

  5. Deteksi Penipuan dalam Transaksi Keuangan
    Bank dan perusahaan kartu kredit menggunakan clustering untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. Jika ada transaksi yang tiba-tiba berbeda dari kebiasaan biasanya—misalnya seseorang yang biasanya belanja di Indonesia tiba-tiba melakukan transaksi besar di luar negeri—sistem akan menandai aktivitas ini sebagai potensi penipuan.

Clustering Membantu Kita Memahami Data Lebih Baik

Jadi, intinya clustering adalah teknik dalam analisis data yang sangat berguna untuk mengelompokkan data berdasarkan pola tertentu. Dari rekomendasi musik hingga deteksi penipuan kartu kredit, clustering memainkan peran besar dalam kehidupan kita sehari-hari tanpa kita sadari.

Teknik ini membantu bisnis memahami pelanggan, membantu dokter menemukan pola penyakit, dan bahkan membantu layanan streaming memberikan rekomendasi tontonan yang lebih personal. Dengan begitu banyak manfaatnya, nggak heran kalau clustering menjadi salah satu teknik analisis data yang paling banyak digunakan saat ini.

Jadi, kalau kamu merasa Netflix atau Spotify seolah bisa membaca pikiranmu, itu bukan sihir—itu clustering!

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 www.cerdasceria.net